Rabu, 11 Juli 2018

Ada Tiga Skenario Pada Pilpres 2019, Begini Prediksinya.


Jakarta, PemudaMusliminNews — Partai politik (parpol) sudah persiapan mengambil ancang-ancang menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pasca Suksesnya Pilkada Serentak  Di 171 daerah, 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten  pada Juni 2018. Sejumlah kemungkinan bisa saja terjadi pada Perhelatan pesta demokrasi lima tahunan ini, termasuk soal siapa yang bakal diusung sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Sekretaris Jendral Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia  Evick Budianto memprediksi akan ada tiga skenario dalam Pilpres 2019. Ketiga skenario itu adalah head to head, muncul poros ketiga, dan hanya ada satu calon.

Untuk skenario pertama, Evick mengilustrasikan, hanya ada dua kubu yang diperkirakan akan diisi oleh Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. "Tapi, skenario ini terbilang riskan terhadap demokrasi. Pemilih hanya terpatok pada dua pilihan saja," ujar Evick pada media saat hadiri udangan acara deklarasi Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, 10-07-1018.


Skenario kedua adalah munculnya poros ketiga yang dimotori partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan lebih memainkan perannya kali ini dikarenakan sudah saatnya partai ini mengusung Capres  dan Cawapres sendiri. Evick melihat skenario ini sebagai kondisi yang bagus terhadap demokrasi Indonesia. Sebab, memberikan semakin banyak pilihan kepada pemilih.

Evick juga mengkritik keras sikap parpol-parpol yang sekadar memilih bergabung dalam koalisi gemuk, sehingga mengarah ke calon tunggal. Walaupun mungkin calon tunggal ini tidak aka pernah terjadi, upaya untuk mengarahkan capres tunggal, menurutnya Indonesia mundur dan akan kembali ke sistem otoritarian.

Demokrasi yang mengarah ke calon tunggal, ungkapnya, menunjukkan demokrasi Indonesia dikebiri. Karena esensi demokrasi adalah partisipasi, representasi dan kontestasi/kompetisi. "Bila tiga hal itu tidak ada, demokrasi mengalami set back (kemunduran fatal) yang serius," tegasnya.

Idealnya, kata dia, demokrasi yang memberi peluang pemilu dilaksanakan secara substantif dengan mendorong partai-partai membangun diri dan berkoalisi secara terukur. Banyaknya parpol harus mampu merepresentasikan aspirasi atau kehendak rakyat.

Karena menurut dia, keragaman atau kemajemukan rakyat bisa tercermin dari munculnya calon-calon pemimpin baru dalam pemilu. Sedangkan, demokrasi dengan calon tunggal menyalahi semangat dan roh demokrasi yang memberikan peluang kepada warga negara memenuhi kriteria untuk maju dlm Pemilu 2019.

Skenario terakhir, hanya ada satu calon atau calon tunggal dalam Pilpres 2019. Hal ini mungkin saja terjadi karena adanya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 222 Undang-Undang no 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum. "Di dalam peraturan, mensyaratkan parpol gabungan harus memiliki suara minima 20 persen untuk mengajukan calon presiden dan wakilnya," ungkap Evick.
Skenario ini juga mungkin terjadi apabila Jokowi dan Prabowo duduk dalam satu meja dan menjadi pasangan. Meski ini terdengar sulit dipercaya, Evick menjelaskan, dunia politik memiliki banyak kemungkinan bro. Ungkapnya.

Dari tiga skenario tersebut, Sekjen PB Pemuda Muslimin mengatakan skenario ketiga memiliki kemungkinan terkecil. Sebab, Pilpres 2019 merupakan momentum yang sangat ‘seksi’ untuk dilewatkan semua partai politik (parpol). "Jadi, tidak mungkin mereka tidak mengajukan calon," imbuhnya.


Analisa Evick, karena begitu seksinya Pilpres 2019, parpol bahkan tidak segan untuk mengalami risiko buruk. "Ibaratnya, kalaupun kalah, mereka lebih baik mengajukan calon dibanding dengan tidak sama sekali terlibat dalam Pilpres 2019," Mari kita semua ber do’a semoga Pilpres 2019 berjalan aman dan lancar, aamiin, tutupnya.

Red/Departemen Kominfo PB Pemuda Muslimin Indonesia
Share:

PILIHAN REDAKSI

Pemuda Muslimin Indonesia Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

JAKARTA, PemudaMusliminNews - Insiden pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah&quo...

Kabar Viral

Kantor redaksi

Redaksi Pemuda Muslim News | Jl. Tanjung Duren Barat 3 No. 1B, RT 06 / RW 05, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11470 | Phone: +62 21 56943151 | Faks: +62 21 56943154 | eMail: pemudamuslimin@gmail.com | Portal: http://pemudamuslimin-news.com