Jumat, 30 Maret 2018

PB Pemuda muslimin Indonesia Ajak Generasi Milineal Berpartisipasi di Tahun Politik



JAKARTA, PemudaMuslimNews — menggelar Seminar Nasional bertema Tantangan Demokrasi dan Politik di Era Milenial. Acara berlangsung di Hotel Sahati, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/3/2018).

Hadir sebagai pembicara, Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Rocky Gerung, S.S, Fauzan Ali Rasyid, Kapuslit Peneliti Senior LIPI bidang Politik Nasional, DR. Firman Noor, dan Viryan Azis, Komisioner KPU RI.

Ketua PB Pemuda Muslimin Indonesia, H. M. Muhtadin Sabili, mengatakan masyarakat Indonesia khususnya generasi milenial belum memiliki pengertian politik yang standar. Menurut dia, masih banyak tafsir maupun defnisi politik yang berbeda di kepala generasi milenial.

"Kami ingin mendapatkan gambaran apa itu politik yang sebenarnya di negeri hari ini. Apa yang sebenarnya berlangsung dan dari demokrasi ini kemana arahnya," tutur Bang Billi, Jumat (30/3/2018).

Melalui kegiatan itu, dia mengharapkan mendapatkan satu kesepakatan generasi milenial memiliki satu pemahaman serta berperan aktif. Setidaknya politik itu tidak hanya bisa diartikan sebagai partisan.

Menurut dia, politik praktis tidak harus ikut parpol atau mendukung calon-calon tertentu. Ini juga setidaknya berkembang hoax, black campaign, dan fitnah sehingga ini bisa merusak persatuan masyarakat khususnya generasi muda karena pilihan politik berbeda.

Untuk meningkatkan partisipasi politik generasi milenial, dia mengaku membina para kader di berbagai level organisasi mulai dari tingkat pusat kemudian propinsi sampai tingkat kelurahan.
Cara ini dilakukan untuk setidaknya dalam waktu dekat dapat menjadi stabilisator dinamisator dan cooling system. Dari suasana poltik yang hari ini berkembang.

"Sehingga anak muda memang harus disadarkan poltik itu bukan cuma milih kepala daerah memilih partai tidak sesederhana itu. Kita tidak sepakat juga 2018-2019 dianggap tahun poltik. Biasa saja itu," ujarnya.

Dia menambahkan, program-program itu akan dilanjutkan di setiap provinsi dan kabupaten sampai tingkat kelurahan. Kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti KPU, Bawaslu pemerintah daerah, kepolisian dan TNI yang memiliki persepsi sama supaya bangsa tidak terpecah-pecah karena pilihan politik. Pungkasnya.

Di Kutip dari Tribun News.com

Red/PemudaMuslimNews/Dep Kominfo

Share:

PILIHAN REDAKSI

Pemuda Muslimin Indonesia Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

JAKARTA, PemudaMusliminNews - Insiden pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah&quo...

Kabar Viral

Kantor redaksi

Redaksi Pemuda Muslim News | Jl. Tanjung Duren Barat 3 No. 1B, RT 06 / RW 05, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11470 | Phone: +62 21 56943151 | Faks: +62 21 56943154 | eMail: pemudamuslimin@gmail.com | Portal: http://pemudamuslimin-news.com