Selasa, 17 Januari 2017

Pemuda Muslim Dalam Menatap Peradaban Mulia

ESAI, PemudaMuslimNews - Dalam berbagai sejarah peradaban ummat manusia, sudah terlalu sering kita menyaksikan bahwa pemuda adalah lokomotif penggerak perubahan zaman. Dalam sejarah Islam kita mengenal kisah pemuda Ashabul Kahfi, Ali bin Abi Thalib, Ilyas bin Auliyah pelopor reformasi hukum bani Umayyah, serta sederet nama-nama agung lainnya.

Demikian pula dalam sejarah bangsa Indonesia, golongan pemuda jugalah seperti HOS Tjokroaminoto, Haji Agoes Salim, RM Kartosuwirjo, Hamka dan masih banyak lagi sehingga mendorong Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia ketika status kekuasaan di Indonesia tengah mengalami kekosongan akibat menyerahnya Jepang pada sekutu. Pemuda, seolah demikian hebatnya kata itu. Siapakah pemuda atau seperti apakah masa muda...??? 

Pertama: PEMUDA MUSLIM itu hijau. Dan hijau adalah warna surga. Hijau berarti masih bisa berakar, bertumbuh, dan berkembang untuk Allah ta’ala.

Kedua: PEMUDA MUSLIM itu tidak berpengalaman. Tapi, sisi positifnya adalah justru dengan tidak berpengalaman itulah mereka menjadi kreatif dan inovatif dalam menghadapi setiap tantangan. Tidak seperti orang tua yang telah banyak makan asam garam, yang ketika menghadapi satu permasalahan mereka cenderung mengatakan agar belajar dari pengalaman. Hal itu seringkali mengukung orang dalam cara-cara lama tanpa berfikir untuk membuat pembaharuan. Seperti kata Enstein, pengalaman adalah menghadapi masalah baru dengan cara lama.

Ketiga : PEMUDA MUSLIM itu identik dengan kita bisa karena bersama-sama. Sama-sama prihatin, bahu-membahu, dan menyatu meski dalam keterbatasan.

Keempat : PEMUDA MUSLIM itu kejelasan sikap. YA atau TIDAK, HITAM atau PUTIH. Jangan setengah ya apalagi seperempat.

Kelima : PEMUDA MUSLIM itu gejolak. Ada idealisme-idealisme yang hidup dalam benak mereka.

Keenam : PEMUDA MUSLIM itu adalah pesona dan ketangguhan fisik. Hal itu berguna untuk membantu ide-ide yang digulirkan agar lebih segar. Rasulullah selalu memilih utusan-utusan penyampai risalah ke negara lain dari kalangan Pemuda yang memiliki penampilan menawan. Misalnya, duta untuk Romawi, Persia, Yaman, dan berbagai negeri lainnya.

Ketujuh : PEMUDA MUSLIM itu identik dengan ketergesaan.

Kedelapan : PEMUDA MUSLIM itu masa ketika banyak sekali gelimang yang memperosokkan. Oleh karena itu, kita harus menjaga diri dari syahwat, hasrat, dll. Pemuda yang baik bukan yang tidak memiliki hasrat, nafsu, dan sebagainya, tapi pemuda yang baik adalah yang mampu menjaganya. Seperti kisah Yusuf a.s. yang mendapatkan godaan untuk berbuat zina hingga bajunya robek di bagian belakang.

Kesembilan : PEMUDA MUSLIM itu identik dengan sedikitnya beban sejarah. Dalam hal ini, ada kaitannya dengan modal dakwah Nabi Muhammad SAW. ALLAH SWT sering menggunakan Nabi Musa digunakan untuk melecut Rasul-Nya, bagaimana besarnya beban sejarah Nabi Musa ketika ia berseberangan dengan Fir’aun sementara Fir’aun adalah orang yang telah membesarkannya.

Nabi Muhammad SAW jauh lebih besar modalnya dari pada Nabi Musa, setidaknya dalam 4 (empat) perkara.
· Sempurna fisiknya. Musa lidahnya kelu, sementara Muhammad pandai berbicara, paling fasih bacaannya, dan bisa menirukan logat dari berbagai suku di Arab.
· Muhammad memiliki track record yang begitu lurus, hingga ia dijuluki Al Amin. Sementara itu, Musa yang meninggalkan Mesir setelah membunuh orang dan datang lagi ke Mesir sebagai seorang mantan pembunuh. Orang tua cenderung terbebani dengan sejarahnya.
· Muhammad tidak punya hutang budi kepada musuh dakwahnya. Ia tidak seperti Musa, yang harus memusuhi ayah angkatnya sendiri, Fir’aun.
· Muhammad punya orang-orang yang rela mati untuk beliau.

Pemuda Muslim adalah benang merah pemegang estafet masa depan. Oleh karena itu, Pemuda Muslim juga harus mempersiapkan dirinya untuk mengemban amanah kepemimpinan tersebut. Memunculkan seorang sosok pemimpin (Khalifah-khalifah) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara evolusioner dan revolusioner.

Maka, apa yang perlu dipersiapkan oleh seorang Pemuda Muslim..??
· Integritas. Pemuda Muslim harus memiliki kejujuran dan integritas. Amanah ini ditanamkan sejak dalam diri karena akan menjadi cermin masa depan. Memiliki keteguhan sikap dalam pilihan perjuangan yang kita lakukan. serta mempersiapkan diri secara terus-menerus sebagai kader keder yang berwatak, terlatih dan Teruji.

· Akhlak yang mulia dan kemampuan kita mengkomunikasikan gagasan baik kepada lawan maupun kawan. Termasuk ketika kita memberikan nasehat untuk orang lain. Dalam banyak situasi, tak jarang pula kemampuan kita untuk mengkomunikasikan gagasan menjadi point penting keberhasilan dari suatu tujuan. Sebuah kisah misalnya -mungkin ini hanya anekdot atau apalah namanya-, suatu waktu ketika Ustadz Muhtadin Sabilli, Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia pergi ke Singapore sempat ditahan di bagian imigrasi hampir dua jam karena berjenggot. Maka ia pun ditanya oleh petugas imigrasi mengapa ia berjenggot. Apa jawabnya..?? Ia tidak menjawab dengan dalil-dalil atau hadits tertentu, tapi mengatakan bahwa ia ngefans berat dengan Abraham Lincoln dan Kolonel Sanders, dan kedua-duanya berjenggot. Maka ia pun dapat melewati bagian imigrasi dengan lancar.

· Daya dukung fisik, mental dan finansial. Apa daya dukung pertama Rasul? Adalah seorang wanita bernama Khadijah. he..he.. Makanya jadi Pemuda Muslim jangan Jomblo bro.

· Penguatan keahlian pada bidang tertentu. Pemuda Muslim harus memiliki satu bidang keahlian (skill) tertentu yang ditekuni. Pada zaman Rasulullah, ada Amru bin al Ash dalam bidang diplomasi. Khalid bin Walid dalam pertempuran. Ibnu Abbas. Ibnu Jauzi, jika umurnya dibagi dengan tulisannya, maka setiap hari ia menulis 40 halaman. Imam as Suyuti. Imam Nawawi, dll. Namun, itu juga tidak berarti kita hanya mempelajari ini satu hal atau satu ilmu saja. Dikotomi ilmu, sebagaimana yang telah terlihat dalam sejarah, adalah penyebab kemunduran Dinasti Abbasiyah. Padahal sungguh, semua ilmu adalah ilmu Allah.
Share:

PILIHAN REDAKSI

Pemuda Muslimin Indonesia Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

JAKARTA, PemudaMusliminNews - Insiden pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah&quo...

Kabar Viral

Kantor redaksi

Redaksi Pemuda Muslim News | Jl. Tanjung Duren Barat 3 No. 1B, RT 06 / RW 05, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11470 | Phone: +62 21 56943151 | Faks: +62 21 56943154 | eMail: pemudamuslimin@gmail.com | Portal: http://pemudamuslimin-news.com