PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA

memperkokoh keislaman dan keindonesiaan menuju peradaban mulia

Senin, 12 April 2021

Muhtadin Sabili: Sambut Ramadhan 1442 dengan Suka Cita

Jakarta, pemudamuslimin-news.com —  Menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriah, Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia Muhtadin Sabili menyerukan seluruh kader untuk menyambut Ramadan dengan suka cita dan membuat sejumlah program di bulan suci umat Islam tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhtadin Sabili usai menghadiri Halaqah Penceramah Agama yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama RI, Jakarta, Sabtu (10/04).

“Semarakan Program-program Pemuda Muslimin dengan menyosialisasikan baik menyambut Ramadan dengan suka cita, baik dengan Flash moob atau bisa juga kita melakukan acara-acara yang bersifat online,” kata sabili kepada pemudamuslimin-news.

Selain itu, Sabili juga mengajak seluruh kader agar membuat kegiatan-kegiatan positif serta kreatif agar dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan ummat Islam di seluruh nusantara melalui momentum Ramadan 1442 Hkali ini.

“saya meminta agar semua kader mengisi ibadah-ibadah yang tidak ada di bulan lain, seperti puasa ya sudah pasti dan juga tarawih, selain itu kerjakan ibadah sunah, karena pahalanya akan menjadi ibadah wajib, kemudian ibadah wajib pahalanya akan dilipatgandakan,” katanya.

Bersama Pemuda Muslimin bangun Peradaban Mulia.., Mari kita ciptakan Ramadan yang khusyu, damai sampai kita meraih hari kemenangan,” pungkas Sabili.

Share:

Minggu, 11 April 2021

PB Pemuda Muslimin Indonesia Dorong Syarikat Islam Indonesia Jadikan Sekolah Sebagai Bagian Sistem Kaderisasi Kepemimpinan

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — ke dalam diri Organisasi induk Syarikat Islam Indonesia di masa sekarang, Evick Budianto menyebut bahwa Syarikat Islam Indonesia (SI Indonesia) membutuhkan rancangan sistem kaderisasi kepemimpinan yang baik.

Evick, salah satu kader militan yang selalu terus menyoroti sistem Kaderisasi dalam pergerakan ini menjelaskan, bahwa kader Syarikat Islam Indonesia walau tertinggal tipis dalam kuwantitas dengan ormas NU maupun Muhammadiyah, namun SI Indonesia harus senantiasa fokus dalam peningkatan kualitas. Sebab itu, supaya fokus dalam menyiapkan Kader yang berkualitas dapat di capai maka sistem pekaderan pemimpin bisa dimulai dari bangku-bangku sekolah dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan sterusnya.

Oleh sebab itu dalam kesempatan ini PB Pemuda Muslimin melalui Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI) mendorong segera menyiapkan sistem kaderisasi “agar Kader Syarikat Islam Indonesia banyak dan siap menjadi Entrepreneurship yang dapat membuka peluang-peluang kerja dimasa datang ungkapnya saat hadiri acara Halaqah Penceramah agama (11/04) di jakarta. 

Lebih detail, Evick menyarankan melalui MPSI agar dapat menciptakan sekolah-sekolah unggulan milik Syarikat Islam Indonesia supaya memilih diksi untuk tagline sekolahnya yang pendek dan jelas. Lebih jauh, untuk mencetak kader pemimpin melalui lembaga pendidikan Syarikat Islam Indonesia, ia menyarankan supaya menggunakan tagline “Sekolah Guru Bangsa.”

Menghadapi masa sekarang, Evick juga menyarankan supaya lembaga pendidikan Syarikat Islam Indonesia lebih fleksibel, tanpa harus meninggalkan yang pokok. Fleksibilitas diharapkan mampu meluaskan wahana inspirasi bagi anak didik untuk bisa bermimpi lebih besar.

“Bikin anak-anak itu bermimpi besar, dan kalau bisa sejak awal sudah diminta membuat list cita-cita masa depan,” imbuhnya

Lebih lanjut ia menjelaskan, Syarikat Islam Indonesia sebagai organisasi yang mengedepankan meritokrasi membuka peluang bagi kader manapun yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Karena kepemimpinan di Syarikat Islam Indonesia bukan diwariskan dari orang tua kepada anak temurunnya.

Karena itu regenerasi di tubuh Syarikat Islam Indonesia harus terus senantiasa ditumbuh suburkan, supaya jangan sampai terjadi kekosongan kepemimpian di Syarikat Islam Indonesia. Dalam hematnya, untuk menggapai harapan tersebut dibutuhkan sinergitas yang harmonis antara kaum tua dan kaum muda.

Karena menurutnya, pemimpin yang baik itu adalah mereka yang bahagia melihat generasi muda atau penerusnya lebih baik dari dirinya. Melihat pola pendidikan era sekarang, Evick mengungkapkan bahwa pendekatan pendidikan saat ini sudah berbeda.

Misalnya, pendekatan pendidikan sekarang sudah harus individualisasi atau tidak boleh menyamakan anak didik. Kedua, anak sudah harus diajari membuat cita-cita sejak dini (self planing). pembarharuan pendekatan ini supaya selain penyegaran fisik bangunan sekolahan, pendidikan Syarikat Islam Indonesia juga dapat menciptakan kesegaran-kesegaran dalam setiap konten pembelajarannya, tutupnya. 

Share:

Jumat, 09 April 2021

Wamenag: Kontribusi Ormas Islam Tentukan Wajah Indonesia

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Zainut Tauhid Sa'adi mengingatkan bahwa peran dan kontribusi ormas-ormas Islam yang bergerak di basis-basis bidang kepemudaan, pendidikan, dakwah dan ekonomi akan mendominasi tentukan gambaran wajah Indonesia masa depan. 

Wamenag mengatakan, Pemuda Muslimin Indonesia dan ormas Islam di Tanah Air telah lahir dan berkiprah sebelum lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, tentu saja ormas-ormas Islam telah matang ditempa zaman dan memiliki pengalaman di ranah pergerakan, dakwah, pendidikan serta sosial kemasyarakatan.

"Saya perlu mengingatkan bahwa peranan dan kontribusi omas-ormas Islam yang bergerak di bidang kepemudaan, pendidikan, dakwah dan ekonomi akan menentukan gambaran wajah Indonesia masa depan," kata Wamenag saat meyampaikan paparan bertema Peranan Ormas Islam di Era Digital dalam gelaran Halaqoh Penceramah Agama dan Lauching Aplikasi UstadzKita, Jumat (9/4) di jakarta.

Wamenag yakin ormas-ormas Islam menyadari betapa strategisnya peranan dakwah dan kemampuan merespon tantangan yang dihadapi umat dan bangsa dewasa ini. Ia juga mengapresiasi peran yang selama ini telah dilakukan oleh ormas-ormas Islam di bidang kepemudaan, sosial-ekonomi dan dakwah. 

Baca Juga: PB Pemuda Muslimin Indonesia Dorong Syarikat Islam Indonesia Jadikan Sekolah Sebagai Bagian Sistem Kaderisasi Kepemimpinan

Share:

Selasa, 30 Maret 2021

Silahkan Jamaah di Masjid, Asalkan Ikuti Enam Anjuran Ini…

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia menyampaikan tuntunan Ibadah Ramadan 1442 H/2021 dalam masa kondisi darurat covid-19. Poin-poin yang disampaikan dalam himbauan tersebut termasuk tuntunan ibadah selama Ramadan di Masjid. Dalam himbauan tersebut, PB Pemuda Muslimin menyampaikan apabila masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan covid-19, salat berjamaah baik salat fardu termasuk salat Jum’at maupun salat qiyam Ramadan (tarawih, dapat dilaksanakan di masjid, musala, langgar, atau tempat lainnya.

Meski begitu tetap harus memperhatikan dan menunaikan beberapa hal, pertama salat dengan saf berjarak. Adapun dalam kondisi belum normal di mana sesungguhnya masih belum terbebas dari covid-19, perenggangan jarak saf dapat dilakukan demi menjaga diri dari bahaya.

Kedua, salat menggunakan masker. Pada dasarnya salat dalam keadaan tertutup wajah tidaklah dianjurkan. Namun kembali lagi, mengingat masih dalam kondisi darurat covid-19 maka menutup sebagian wajah dengan masker ketika salat berjamaah di masjid atau musala tidak dilarang dan tidak merusak keabsahan sholat.

Ketiga, jamaah shalat terbatas hanya bagi masyarakat di sekitar masjid, musala atau langgar dengan pembatasan kuantitas/jumlah jamaah maksimal 30% dari kapasitas tempat atau sesuai dengan arahan pihak yang berwenang.

Keempat, Anak-anak, lansia, orang yang sedang sakit dan orang yang memiliki penyakit comorbid tidak dianjurkan mengikuti kegiatan berjamaah di masjid, musala atau langgar.

Kelima, Menerapkan protokol kesehatan lainnya seperti mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk masjid, memakai perlengkapan salat seperti sarung, peci, mukena dan sajadah milik sendiri (membawa dari rumah) dan lain-lain, dalam rangka melakukan pencegahan penularan Covid-19.

Keenam, Takmir hendaknya menjaga kebersihan masjid/musala setiap hari sebelum dan sesudah digunakan untuk ibadah. Takmir hendaknya pula menyiapkan segala perlengkapan pelindung diri untuk mendukung pelaksanaan ibadah secara bersih dan aman di masjid/musala, seperti penyediaan masker dan sabun cuci tangan atau hand sanitizer.

Keenam hal itu wajib ditunaikan para jamaah khususnya di masjid-masjid agar tetap menciptakan suasana aman dan nyaman juga sehat bagi semua jamaah. 

Share:

Sebuah Pemikiran, Evick Sebut Perlu Tiga Karakteristik Manusia Indonesia Hadapi Krisis

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Bangsa Indonesia dalam dua dekade terakhir pasca reformasi dianggap belum bisa bergerak maju memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki. Bangsa Indonesia juga dinilai sibuk dengan pekerjaan rumahnya sendiri sehingga lupa untuk melihat ke dunia luar yang sedang menuju pembentukan keseimbangan baru.

"Energi anak bangsa ini selalu terserap oleh bermacam-macam konflik yang tidak perlu, dan justru menciptakan pembelahan dan polarisasi masyarakat, yang membuat kekuatan kita sebagai suatu bangsa melemah," ujar Sekjend PB Pemuda Muslimin Indonesia, Evick Budianto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/03/2021).

Untuk bergerak maju, menurut Evick, diperlukan tiga Karakter utama dalam masyarakat Indonesia agar tercipta daya dorong yang kuat bagi kemajuan bangsa ini, yaitu Efektif, Inovatif dan Kolaboratif. Dia mengatakan, saat ini energi bangsa Indonesia terlalu banyak dihabiskan untuk konflik internal dan sosial di masyarakat sehingga tidak efektif.

Karena itu, diperlukan menumbuhkan kembali semangat persaudaraan, mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin berjiwa besar yang mampu menginspirasi bangsanya untuk bergerak, bukan dengan kekuatan pemaksa dan otoritas. "Jadi kita perlu menumbuhkan lahirnya masyarakat efektif dengan menciptakan kembali 'energi sosial' yang akan menjadi tenaga penggerak bangsa ini untuk maju," tegas Evick.

Sedangkan mengenai inovatif, Evick Budianto menilai inovasi tidak selalu kaitannya dengan temuan-temuan ilmiah dalam dunia sains tapi juga metode-metode baru dalam memecahkan persoalan masyarakat. "Kita perlu mendorong lahirnya masyarakat berpengetahuan (knowledge society). Sebuah masyarakat yang ditandai dengan pemerataan pendidikan tinggi dan pemanfaatan pengetahuan serta inovasi sebagai faktor utama dalam penciptaan kemakmuran, mendahului faktor produksi klasik lainnya," jelasnya.

Penyuka buku karya Dr. Aji Dedi ini berharap individu dan komunitas bisa saja mendorong terwujudnya masyarakat berpengetahuan di Indonesia. Namun, untuk mewujudkannya dalam skala yang lebih luas dan waktu yang relatif lebih singkat, kebijakan pemerintah akan jauh lebih berpengaruh.

"Kebijakan yang terencana dengan dukungan anggaran yang lebih pasti, akan membuat proses pencapaian tujuan dapat dilakukan dengan lebih efektif," imbuhnya.

Sementara terkait kolaboratif, Evick menegaskan, persoalan bangsa ini terlalu besar untuk diselesaikan oleh otak satu orang. Juga terlalu rumit untuk diselesaikan oleh pikiran satu orang. Oleh karena itu kata dia, dibutuhkan semangat kolaborasi sesama anak bangsa. "Kita tidak perlu menunggu seorang 'superman' atau seorang juru selamat untuk datang menyelesaikan persoalan-persoalan kita," katanya.

Menurutnya, bangsa ini memiliki otak-otak cerdas dan bakat-bakat hebat yang tersebar di berbagai penjuru negeri. "Lihat saja prestasi-prestasi luar biasa pelajar-pelajar dan mahasiswa Indonesia yang mengikuti kompetisi-kompetisi global, tidak kalah dari negara-negara maju," ungkapnya.

Dia berpendapat yang belum dilakukan bangsa ini adalah mempertemukan otak dan bakat-bakat hebat ini dalam semangat kolaborasi untuk kepentingan bangsa Indonesia. Potensi-potensi berserakan ini perlu diwadahi oleh negara dengan menyediakan ruang-ruang kolaborasi dan penghargaan terhadap kontribusi serta karya-karya mereka.

"Dengan hadirnya masyarakat yang efektif, inovatif dan kolaboratif, maka kita telah menciptakan suatu budaya baru pada bangsa kita. Budaya yang menjadi modal besar bagi bangsa Indonesia untuk tumbuh menjadi negara maju, melengkapi modal bonus demografi dan kekayaan alam. Maka, cita untuk membangun Indonesia yang berperadaban mulia akan sangat mungkin nyata terwujud di masa depan," Tutupnya. 

Share:

Minggu, 28 Maret 2021

PW Pemuda Muslimin Sulsel Kecam Teror Bom di Katedral Makassar: Perbuatan Yang Tidak BerPerikemanusiaan

Makassar, pemudamuslimin-news.com —  Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Sulsel PKB Muhammad Kasman mengecam keras insiden bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3). Menurut dia, aksi teror ini merupakan perbuatan keji dan di luar perikemanusiaan.

"Saya mengutuk keras teror pengeboman di gereja Katolik Katedral Makasar. Perbuatan keji ini di luar perikemanusiaan. Jangan pernah takut dengan aksi-aksi semacam ini karena kalau takut akan memberi ruang bagi teror-teror selanjutnya," ujar Kasman, Ahad (28/3).

Menurut Kasman, aksi teror ini harus dilawan dengan cara bergandengan tangan. Ia juga meminta agar penegak hukum bisa mengusut tuntas insiden tersebut.

"Kami mendesak dan mendukung agar Kapolda Irjen. Pol. Drs. H. Merdisyam, M.Si. beserta jajaran aparat dapat mengusut tuntas insiden ini. Aksi ini telah melukai masyarakat Indonesia yang hidup rukun dan damai," kata dia.

Ia juga mengatakan, untuk menumpas jaringan teroris ini perlu adanya kerja sama antar lembaga. Selain itu perlu adanya kesadaran masyarakat mengenai ancaman tindakan terorisme.

"Kerja penumpasan jaringan teroris tak bisa mengandalkan satu lembaga semata. Butuh sinergi antar lembaga agar penindakan dan penumpasan aksi terorisme bisa dilakukan dengan kuat di tanah air," jelasnya.

Sebelumnya, bom meledak sekitar pukul 10.30 WITA. Total ada dua pelaku yakni seorang laki-laki dan perempuan. Mereka menggunakan motor matic dengan nomor polisi DD 5984 MD.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan menyebut, identitas pelaku laki-laki berinisial L. Sedangkan perempuan belum diketahui karena hancur.

Dalam menjalankan aksinya, dua pelaku memasuki pelataran dan pintu gereja katedral. Sebab saat itu memang tengah ada misa Palma, rangkaian ibadah Paskah.


Share:

Jumat, 26 Maret 2021

PW Pemuda Muslimin Yogyakarta Minta Pemerintah Lebih Fleksibel Terapkan Kebijakan Larangan Mudik Lebaran


Yogyakarta, pemudamuslimin-news.com —  Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Yogyakarta, Ajian Kamadeva meminta pemerintah tidak kaku dan lebih fleksibel dalam menerapkan larangan mudik . Sebab, pemudik tidak serta-merta untuk perayaan hari besar dan bersenang-senang.

"Kadang ada yang orang tuanya sakit, keluarganya ada masalah, dan segala macam. Jadi aparat jangan kaku-kaku. Ada permasalahan apa kok pulang. Kalau mendesak jangan dilarang pulang, jangan dilepas sama sekali juga karena pandemi (COVID-19)," katanya.

Di sisi lain, Ajian menyarankan agar pemerintah tidak mengambil kebijakan yang dapat menimbulkan gejolak sosial. "Mohon yang bijaksana. Kepada pemerintah yang bijaksana bisa ngemong (mengasuh) perasaan orang. Pembuat kebijakan lalu menerapkan kebijakan dengan aparat, kalau bisa aman dari sisi pandeminya, juga aman sisi gejolak sosial. Juga aman dari framing fitnah. Mesti semuanya dijaga agar seimbang," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memutuskan untuk melarang mudik Lebaran tahun 2021.

Larangan ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI/Polri BUMN karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Larangan mudik ini berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021. Tujuannya untuk mengurangi penyebaran COVID-19.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Share:

Rabu, 24 Maret 2021

PC Pemuda Muslimin Aceh Barat Minta Pelaku Judi Online Dicambuk

Meulaboh, pemudamuslimin-news.com — Maraknya judi online selama ini membuat Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Cabang Aceh Barat angkat bicara, Kami meminta agar pelaku judi online dicambuk, biar ada efek jera, tegas Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Aceh Barat, Ifril Yadi, S.Pd, Rabu (24/03/21).

Menurut Yadi, Pemuda Muslimin mendukung penuh langkah para Keuchik di Aceh Barat, yang memasang sepanduk di Gampong masing-masing guna mencegah mewabahnya judi online dalam kawasannya.

“Kami pengurus Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Aceh Barat, mendukung dan mengapresiasi Keuchik Gampong dalam usaha memberantas game Online Chip Domino dan sejenisnya” ujar dia.

Hal ini, tambah Yadi. Bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda kedepan dari perjudian yang begitu marak saat ini, terutama game chip domino.

Maka oleh karena itu, ia meminta agar Satpol PP dan WH segera melakukan langkah kongkrit untuk melakukan razia intensiv kepada para penjudi game online di semua tempat, jika kedapatan, tangkap dan cambuk mereka.

Kata Yadi lagi, Hukuman cambuk bagi pelanggar Qanun Aceh Nomor: 6 Tahun 2014 tentang Jinayat, jelas disebutkan pelaku Maisir atau judi di hukum cambuk, tegas Ketua PC Pemuda Muslimin Aceh Barat ini.


Share:

Selasa, 23 Maret 2021

Ungkap Rencana Impor Beras, Pemuda Muslimin: Buwas Penyelamat Petani!


Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim), Muhtadin Sabili mengapresiasi Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) yang telah mengungkap ke publik rencana impor 1 juta ton beras, padahal Bulog tak pernah mengusulkan rencana itu karena stok beras masih menumpuk.

“Karena keberanian Pak Buwas mengungkap hal itu ke publik, sehingga rencana impor jadi sorotan dan para elite ramai-ramai menolak, mulai dari DPR, Gubernur hingga parpol. Bisa dikatakan Pak Buwas penyelamat bagi petani karena menunjukkan keberpihakan dan perlindungan kepada para petani yang sedang memasuki panen raya,” ujar Sabili di Jakarta, Selasa (23/3/2021).

Sabili meminta Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap menteri-menterinya yang disebut oleh Buwas memberikan instruksi rencana impor beras tersebut.

“Presiden harus menunjukkan komitmennya soal impor ini, keberpihakan dan perlindungannya terhadap para petani, serta segera memperbaiki koordinasi dan komitmen dari para pembantunya,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Dirut Bulog, Budi Waseso mengatakan tak pernah mengusulkan untuk impor beras sebanyak 1 juta ton tahun ini. Pasalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dalam negeri diprediksi meningkat pada masa panen raya dari Maret hingga Mei.

Namun, ia menyebut penugasan impor tiba-tiba muncul dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

“Data BPS menyampaikan Maret, April, Mei itu surplus. Itu yang kami jadikan pedoman. Sehingga saat kita rakortas (rapat koordinasi terbatas), kita tidak memutuskan impor. Hanya, kebijakan Pak Menko dan Pak Mendag, kami akhirnya dikasih penugasan tiba-tiba untuk melaksanakan impor,” ungkapnya, dalam rapat bersama Badan Legislasi DPR, Selasa (16/3/2021).

Buwas juga menyebut sebelumnya impor beras tak pernah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perekonomian. Pembahasan dalam rapat, kata dia, hanya terkait stok pangan dalam negeri dan kemungkinan gangguan cuaca yang dapat menyebabkan kelangkaan.

“Sekarang sudah tertulis (perintahnya), tiba-tiba kami mendapatkan penugasan untuk impor dengan alokasi 500 ribu ton untuk cadangan beras pemerintah (CBP) dan 500 ribu ton untuk kepentingan komersial Bulog,” terang Buwas.

Dalam kesempatan itu, Buwas juga menyampaikan masalah penggunaan sisa beras impor 2018 yang belum terselesaikan hingga sekarang. Ia mengatakan beras impor itu tidak bisa dikonsumsi di dalam negeri karena kualitasnya yang buruk.

“Kenapa bermasalah karena memang beras itu awalnya datangnya jenisnya pera, jadi tidak bisa kami langsung salurkan karena jenis itu tidak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Sehingga saat pembagian bansos beras sejahtera (rastra) kita mixed dengan produksi dalam negeri 1:1 baru itu bisa digunakan,” ungkapnya.


Share:

Selasa, 16 Maret 2021

Bupati Luwu: Pemuda Muslimin Indonesia Adalah Organisasi Besar

Belopa, pemudamuslimin-news.com —  Bupati Luwu, Dr. H. Basmin Mattayang, M.Pd. menegaskan bahwa Pemuda Muslimin Indonesia adalah sebuah organisasi yang besar, dan dirinya berharap agar kebesaran itu bisa dikelola oleh orang-orang besar dan tentunya orang benar.

"Sebagai organisasi yang besar, butuh pengurus yang berjiwa besar." Demikian pernyataan Basmin dalam sambutannya sesaat sebelum Pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Luwu, Selasa (16/03/2021) pagi.

Lanjutnya dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Luwu Drs. Alamsyah, Bupati menjelaskan bahwa pengurus yang berjiwa besar juga harus bersemangat juang tinggi dan bermental mengabdi.

Basmin juga berharap agar kader-kader Pemuda Muslimin Indonesia bisa menjadi teladan bagi masyarakat. "Bermanfaat bagi masyarakat dan anggota, jalin sinergitas, serta menjaga persatuan dan kesatuan." Pungkas Basmin.

Usai sambutan, mewakili Bupati, Kadispora Kab. Luwu membuka Rapat Kerja Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Luwu secara resmi. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.

Pemukulan gong disaksikan langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Luwu Zulkifli, S.E., M.Si. Wakapolres Luwu Abdul Salam, Sekretaris Bappelitbangda Luwu Muh. Yusuf, Ketua BKPRMI Luwu Muhammad Ashar Sabry, dan Ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel, Muhammad Kasman, S.E., M.Si.

Share:

Jumat, 12 Maret 2021

PC Pemuda Muslimin Indonesia Mempawah, Minta Pemkab Lebih Serius Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Mempawah, pemudamuslimin-news.com — Menurut data dari Dinkes Mempawah, saat ini total kasus konfirmasi Covid-19 di Mempawah ada 489 kasus konfirmasi Positif Covid-19.

Sehingga data terakhir yang dihimpun oleh Dinkes Mempawah menyatakan bahwa Kabupaten Mempawah sudah masuk ke zona oranye kasus penyebaran Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Kabupaten Mempawah, melalui Agus Maulana, berharap Pemkab dalam artian satgas Covid-19 Kabupaten Mempawah, untuk lebih serius dalam menangani dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 di kabupaten Mempawah.

Menurutnya dengan ditetapkannya zona oranye di Kabupaten Mempawah, artinya masih sangat dikhawatirkan wabah tersebut semakin meningkat di kabupaten Mempawah.

"Maka dengan ini kami meminta Pemkab lebih serius dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Mempawah," tegasnya, Jumat 12 Maret 2021.

Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, ingin rasanya melaksanakan agenda masyarakat ataupun kegiatan lainnya seperti biasanya yang meriah.

"Mengingat sebentar lagi mendekati bulan puasa Ramadhan, dan sudah setahun juga wabah ini ada, bosan juga rasanya dengan agenda yang sering terhalang, dan ibadah juga ditakutkan menjadi terhalang untuk dilakukan berjamaah (beramai)," terangnya.

Untuk itu juga, dirinya meminta, pengetatan penerapan protokol kesehatan lebih digencarkan lagi.

"Harus lebih digalakkan lagi tentang penerapan protokol kesehatan, jangan dikasih kendor, lakukan lagi penyemprotan disinfektan yang mungkin sekarang sudah tidak lagi dilaksanakan," tegasnya.

Sebagai pemuda, dirinya juga meminta kepada para pemuda lainnya supaya bisa menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan.

"Jadikan diri kita sebagai pelopor penerapan protokol kesehatan, dan kepada masyarakat pada umumnya juga kita harapkan tetap taati protokol kesehatan," tukasnya.


Share:

SILATNAS 2021

SILATNAS 2021
Sukseskan Silatnas Pemuda Muslimin 2021

Official Account Media Sosial

Kabar Viral

Bersama Lawan Corona

PILIHAN REDAKSI

Muhtadin Sabili Ditetapkan Jadi Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Lewat Aklamasi

Bogor, PemudaMuslimin-News.Com — Forum tertinggi organisasi Majelis Syuro (Kongres Nasional) Pemuda Muslimin Indonesia  menyepakati dan m...