Rabu, 05 Desember 2018

Pemuda Muslim Takalar Berharap Kadernya Bertarung di Kongres Wilayah

TAKALAR, PemudaMusliminNews - Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar berharap ada kadernya yang maju bertarung di Kongres Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel ke-X mendatang.

"Kami akan mendukung penuh kader dari Takalar yang akan maju melanjutkan kepemimpinan Saudara Kasman di Wilayah." Ujar Ketua PC Takalar, Saharuddin, S.Pd.I., M.Pd.

Menurut Saharuddin, Takalar layak mengajukan kadernya sebab mereka punya banyak persediaan kader mumpuni yang sudah mengikuti jenjang kekaderan hingga Marhalah Wustho, bahkan Coaching Instructure.

"Ketua Wilayah sekarang, Saudara Kasman adalah kader Takalar, dan beliau sudah membuktikan bahwa kader Takalar bisa berbuat bagi organisasi." Imbuh Daeng Bani, sapaan akrabnya.

Daeng Bani juga menyebut beberapa kader Takalar yang layak untuk diajukan di antaranya ada Zaid, S.Pd.I., Baihaqi Zakaria, S.Si., juga Ahmad Rusaidi, S.Pd.I. Namun ketika ditanya terkait kesiapan dirinya untuk dicalonkan, Daeng Bani menjawab diplomatis.

"Wah, jangan saya dululah. Kepengurusan saya di Cabang masih sampai 2020. Tak elok kalau meninggalkan amanah kader-kader di Cabang." Pungkasnya.

Saat ini Zaid merupakan Ketua I di Pimpinan Wilayah, Baihaqi sebagai Ketua II, sementara Ahmad Rusaidi merupakan Ketua Bidang Pengembangan Organisasi.
Share:

Selasa, 04 Desember 2018

LP3MI Takalar Silaturahmi ke KPU dan Bawaslu

Takalar, PemudaMusliminNews. Dalam rangka mengawal Pemilu yang jujur dan Berintegritas di Kabupaten Takalar,  Lembaga Pemantau Pemuda Muslimin Indonesia (LP3MI) Kabupaten Takalar silaturahmi Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu Kabupaten Takalar. Selasa,  04/12/2018. Sore.

Direktur LP3MI Kabupaten Takalar, Rustam.S.Pd.I mengatakan tujuan silaturahmi ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Takalar dalam rangka berkoordinasi demi kelancaran tugas-tugas pemantauan menjelang Pemilu 2019 mendatang.

"Kita silaturahmi selain memperkenalkan diri juga berkoordinasi dengan para penyelenggara agar kita kira terbuka dan melibatkan LP3MI dalam kegiatan atau tahapan pemilu sebab berdasarkan Sertifikasi Bawaslu,  LP3MI resmi menjadi lembaga pemantau yang diakui" tutur Rustam.

Sekretaris Umum Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar ini menambahkan bahwa keberadaan LP3MI bukan hanya sampai di tingkat Kabupaten,  akan tetapi struktur LP3MI sampai pada tingkat TPS.

"Struktur kita hingga tinggat TPS,  makanya kita meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk bisa berkoordinasi dalam pelaksanaan tahapan pemilu agar terwujud Pemilu yang berintegritas 2019 nanti" Pungkas Rustam yang akrab disapa Daeng Pasang. (turungka)




Share:

Senin, 26 November 2018

Baihaqi: Kongres Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Digelar Awal 2019

MAKASSAR, PemudaMusliminNews - Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Kongres Wilayah pada awal 2019 di Makassar.

Hal tersebut diungkap Ketua II PW Sulsel, Baihaqi Zakaria, S.Si. saat menghadiri acara maulid nabi Muhammad saw yang digelar warga di Polongbangkeng Utara, ahad (25/11/2018).

"Insya Allah, kita rencanakan Kongres Wilayah pada Rabu - Ahad, 30 Januari - 3 Februari 2019 di Makassar. Teman-teman panitia sementara bekerja untuk menyiapkan acaranya." Jelas mantan Ketua Umum LDK LKIMB UNM ini.

Menurut Baihaqi, Masa Jihad Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan memang sudah akan berakhir di penghujung tahun 2018.

"Jelang Kongres Wilayah ini, kami juga sementara persiapan pelaksanaan Coaching Instructure (pelatihan instruktur) serta diskusi akhir tahun di beberapa cabang." Pungkas Direktur CV Pirus Nusantara tersebut.
Share:

Selasa, 30 Oktober 2018

Menuju Palu Bangkit Melalui Bantuan Berbasis Pendampingan

OPINI, PemudaMusliminNews - Setelah dua kali empat belas hari pasca gempa, tsunami dan likuifaksi atau tepatnya pada hari jum’at (26/10/2018), bersamaan dengan berakhirnya masa tanggap darurat penanganan terhadap warga dan daerah terdampak bencana.

Dengan kata lain bahwa berakhir pula aktivitas pencarian terhadap korban yang diduga hilang akibat bencana tersebut. Praktis tenaga pengamanan dan juga relawan-relawan yang bergerak di bidang evakuasi korban telah ditarik.

Bersamaan dengan itu pula bantuan logistik berupa sembako terhadap warga terdampak tidak lagi menjadi prioritas utama, sebab kini telah memasuki tahap transisi sebelum masuk masa rehabilitasi.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan tetap menjadikan bantuan logistik berupa sembako sebagai prioritas dari relawan-relawan serta sumber-sumber lainnya.

Sejauh ini, pemerintah telah membangun beberapa Hunian Sementara (HUNTARA) bagi warga terdampak bencana di Kota Palu yang kini tidak memiliki tempat tinggal, meskipun itu baru sebagian kecil dari yang dijanjikan dalam hal ini kementerian PUPR yaitu sebanyak 1.200 unit, di mana dalam satu unit dapat menampung 10 – 12 Kepala Keluarga.

Beralihnya masa tanggap darurat ke masa transisi ini tentu dibarengi dengan asumsi bahwa masyarakat terdampak akan siap perlahan-lahan bangkit, sebab selama masa tanggap darurat bantuan berupa bahan makanan, pakaian dan obat-obatan telah disuplai secara terus-menerus secara berkesinambungan.

Di samping itu pula kondisi perekonomian mulai membaik hal itu ditandai dengan kembalinya beroperasi pasar-pasar tradisional (pasar rakyat), telah stabilnya aliran listrik, dibangunnya sumber-sumber air dan lain sebagainya. Tentunya diharapkan masyarakat mulai mandiri, tidak berharap sepenuhnya lagi kepada bantuan logistik.

Akan tetapi nampaknya sebagian warga Kota Palu masih belum siap memasuki tahap selanjutnya, masih ada sejumlah warga secara bergantian mengeluhkan bantuan logistik yang sampai kepada mereka sangat terbatas dan dalam jangka waktu beberapa lama lagi baru mendapatkan. Utamanya bagi pengungsi yang terpencar-pencar tidak terkonsentrasi pada satu titik pengungsian dan juga karena letak pengungsian berada di daerah-daerah seperti lorong-lorong yang tidak diketahui oleh para relawan.

Masalah tersebut setidaknya disebabkan dua hal. Pertama, fokus utama para relawan terkonsentrasi terhadap daerah-daerah yang terkena dampak besar bencana gempa, tsunami dan likuifaksi yang itu terekspos di media. Yaitu rumah-rumah yang luluh lantak diterjang Tsunami di sepanjang garis pantai Teluk Palu yang dapat disaksikan langsung dari jalan utama.

Begitu juga dengan dampak likuifaksi di Kel. Balaroa dan Kel. Petobo di Kota Palu serta Desa Jono Oge Kab. Sigi. Sementara ada banyak tempat-tempat lain yang luput dari perhatian sebab tidak terekspos oleh media.

Kedua, tidak adanya pendataan dari pemerintah, dalam hal ini RT/RW atau Lurah setempat terhadap warga terdampak sejak awal-awal setelah terjadinya bencana.

Akhirnya pemerintah kesulitan melakukan analisis kebutuhan bagi warganya untuk mendapatkan bantuan baik dari pemerintah maupun relawan lainnya. Akibat yang ditimbulkan kemudian adalah bantuan tidak tersalur secara merata, di sisi lain ada yang mendapatkan bantuan secara berkali-kali, di sisi lainnya ada yang justeru sulit mendapatkan bantuan.

Maka langkah yang seharusnya dilakukan adalah melakukan pendataan kembali serta pengklasifikasian terhadap warga terdampak. Apalagi berakhirnya masa tanggap darurat ini banyak warga yang tempat tinggalnya masih utuh telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Jadi semakin memudahkan untuk mengklasifikasikan mana warga yang rumahnya tidak layak lagi ditinggali, mana rumahnya hancur dan mana yang rumahnya masih ada.

Langkah selanjutnya adalah mengumpulkan warga yang tidak lagi memiliki tempat tinggal terkonsentrasi dalam satu titik atau posko pada setiap lokasi, hal ini memudahkan bagi para relawan dalam menyalurkan bantuan dan juga warga dalam menerima bantuan.

Setelah itu langkah berikutnya adalah melakukan pendampingan bagi titik-titik atau posko yang telah terkonsentrasi tersebut. Pendampingan ini dapat dilakukan oleh kelompok-kelompok, organisasi, majelis, instansi dan sebagainya.

Pendampingan selain bertujuan untuk membantu dari segi logistik, juga dalam bentuk memasukkan program yang itu dapat menopang masyarakat untuk melakukan kembali aktifitas ekonominya, hal ini ditentukan sesuai dengan kebutuhan.

Program pendampingannya pun dapat berupa training atau pelatihan terhadap kerajinan tertentu, pertanian, perkebunan, peternakan dan lain-lain yang dapat mendorong warga untuk bangkit secara ekonomi dan mata pencaharian, tidak berharap sepenuhnya lagi terhadap datangnya bantuan.

Dapat pula pendampingan itu berupa pendidikan, kegiatan keagamaan dan program-program lainnya yang berkaitan dengan pengembangan kualitas kemanusiaan.
Meskipun kelihatannya terlambat, namun memulai lebih baik daripada tidak sama sekali.

Konsep pendampingan terhadap warga terdampak bencana secara berkesinambungan ini setidaknya merupakan cara menerjemahkan bantuan kemanusiaan agar betul-betul efektif, efisien dan tepat sasaran. Tentunya diharapkan juga adanya koordinasi antar kelompok atau lembaga dalam melakukan pendampingan agar terjalin komunikasi, pembagian peran serta pembagian wilayah garapan masing-masing.

Saeful Ihsan, S.Pd.I. Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulteng.
Share:

Senin, 29 Oktober 2018

Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel Segera Gelar Coaching Instructure

MAKASSAR, PemudaMusliminNews – Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar Coaching Instructure pada 24 – 26 November 2018 mendatang.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Ketua II Pemuda Muslim Sulsel, Baihaqi Zakaria, “Ya, kami rencanakan untuk melakukan pelatihan bagi para calon instruktur kami di akhir november.”

Menurut Baihaqi, sebagai organisasi yang menegaskan diri sebagai organisasi pendidikan perjuangan, maka proses transformasi spirit perjuangan dalam Pemuda Muslimin Indonesia harus dilaksanakan secara sistemik dan terencana.

“Nah, salah satu faktor yang menjadi penentu kualitas proses transformasi spirit perjuangan di organisasi ini adalah para instruktur atau pengader. Merekalah sesungguhnya denyut nadi organisasi.” Lanjutnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan Coaching Instructure ini akan melahirkan pengkader-pengkader yang memiliki kualifikasi seperti yang diharapkan, “Harus mapan secara konsepsional dan secara teknis.”

Secara konsepsional, seorang pengkader di Pemuda Muslimin Indonesia, adalah seorang pribadi yang utuh sebagai sosok yang memiliki kesadaran ideologis yang tinggi –terutama trilogi perjuangan atau sandaran gerak perlawanan, ikhlas berjihad di jalan Allah SWT, dan istiqamah.

“Sementara secara teknis, pengkader di Pemuda Muslimin Indonesia harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan tugasnya sebagai pengelola pengkaderan di Pemuda Muslimin Indonesia.” Pungkas Baihaqi.

Share:

Selasa, 23 Oktober 2018

Pemuda Muslimin Indonesia Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

JAKARTA, PemudaMusliminNews - Insiden pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah" telah menjadi polemik panjang di tengah masyarakat, bahkan bisa mengancam stabilitas sosial bila dibiarkan berlarut-larut.

Peristiwa yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-Alun Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-3, ini telah memicu friksi di tengah umat.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia telah mengeluarkan sikap resmi sekaitan hal tersebut. Berikut pernyataan sikapnya secara lengkap.

Assalamu' alaikum Wr. Wb.

Menyikapi peristiwa pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah" yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-Alun Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Ke-3, Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia menyatakan sikap:

1. Mengecam keras tindakan pembakaran terhadap bendera dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah" di negara yang menganut azas Ketuhanan yang Maha Esa, apapun motif dan alasannya.

2. Menuntut kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku, serta mengusut tuntas aktor intelektual dibelakangnya, agar peristiwa serupa tidak terulang dan segera dapat meredam keresahan ditengah masyarakat.

3. Meminta kepada semua pihak agar menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan mempercayakan pihak keamanan untuk menyelesaikan persoalan dengan tetap mengedepankan terpenuhinya rasa keadilan bagi ummat Islam.

4. Mengajak kepada seluruh ummat Islam untuk senantiasa beristighfar kepada Allah seraya menjaga persatuan dalam ummat dari upaya adu domba oleh musuh-musuh agama dan negara.

5. Mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi stabilitas dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

FattaqullohaMastatho'tum,
Billaahi Fii Sabililhaq,
Wassalam,

Jakarta, 22/10/2018.
PB Pemuda Muslimin Indonesia

Muhtadin Sabili,
Ketum

Evick Budianto,
Sekjend
Share:

Kamis, 18 Oktober 2018

Milad ke-113, Syarikat Islam Indonesia Berkhidmat Pada Bangsa dan Negara


Jakarta, PemudaMusliminNews — Pada tanggal 16 Oktober 2018 lalu, Syarikat Islam Indonesia (SI Indonesia) memasuki usia 113 tahun. Ketua Sekretariat Lajnah Tanfidziyah (Setlat DPP-LT SI Indonesia), Asep Romdhon, menyebut usia ini bukanlah waktu yang singkat. Namun begitu, Syarikat Islam Indonesia sejak awal berdiri telah banyak membuktikan dengan berkhidmat untuk negeri.

“Usia 113 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah organisasi perjuangan pergerakan. Syarikat Islam Indonesia, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala, sejak dari Sarekat Dagang Islam (SDI) berdiri pada tahun 1905 hingga sekarang menjadi Syarikat Islam Indonesia, telah membuktikan berkhidmat pada rakyat, bangsa, dan negara melalui berbagai bentuknya,” pungkas Asep di DPP Syarikat Islam Indonesia, Jl Prof Latumeten Jakarta Barat, Selasa (16/10/2018).

Datangnya tahun kelahiran, menurut Asep, seharusnya sebagai momentum untuk selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas nikmat yang dicurahkan-Nya.

“Memaknai Milad 113 tahun adalah mensyukuri nikmat dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. Mengingatkan kepada kader, masyarakat, dan bangsa ini kesungguhan dan niat organisasi tertua ini (Syarikat Islam Indonesia) untuk membangun Indonesia menuju kemerdekaan sejati,” papar Asep.

Pada rangkaian Milad 113 Syarikat Islam Indonesia tahun 2018 digelar berbagai acara. Mulai dari aksi donor darah oleh seluruh jajaran DPP dan DPW Syarikat Islam Indonesia di Indonesia. Acara milad digelar di beberapa wilayah dan cabang-cabang berupa tasyakuran sederhana bersama anak yatim dan dhuafa. Selain itu, DPP SI Indonesia juga siap menggelar beberapa agenda kegiatan yang bersifat nasional.

Puncak acara milad akan diadakan pada 19-20 November 2018 di Jakarta. Seremonial puncak milad terdiri dari penyerahan Syarikat Islam Indonesia Award kepada kader maupun publik yang memiliki dedikasi tinggi terhadap masyarakat.

“Akan dilanjutkan dengan Agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri oleh seluruh wilayah dan cabang serta seluruh Front Pergerakan Syarikat Islam Indonesia,” tandasnya.

Red/Departemen Kominfo PB Pemuda muslimin Indonesia


Share:

Selasa, 16 Oktober 2018

Organisasi Tertua di Negeri ini Masuki Usia 113



Jakarta, PemudaMusliminNews — Hari ini, 16 Oktober 2018, Organisasi Syarikat Islam Indonesia (SI Indonesia) milad ke 113. Syarikat Islam Indonesia merupakan kelanjutan dari Syarikat Dagang Islam (SDI) didirikan oleh Haji Samanhudi di Surakarta tanggal 16 Oktober 1905, dua tahun sebelum perkumpulan menak/bangsawan/priyayi Jawa, Boedi Oetomo (Budi Utomo) pada 20 Mei 1908 M.Budi Utomo didirikan oleh dr.Soetomo dan para mahasiswa STOVIA, yaitu Goenawan Mangoenkoesomo di Jakarta/Batavia.

Jaringan sosial perkumpulan Budi Utomo terbatas pada subkultur regional (Jawa, tidak menasional) serta subkultur priyayi/bangsawan/menak sehingga Budi Utomo mengalami keterbatasan dalam memobilisasi anggota.Golongan-golongan tanpa identitas subkultur tersebut dengan sendirinya ada di luar jangkauannya.

Ini berbeda dengan Sarekat Islam, mampu menembus suku-suku di seluruh Nusantara. Hal ini karena semangat ke-Islaman, kerakyatan dan anti penjajahan yang dibawa perkumpulan ini.

Seiring berjalannya waktunya, SDI (1905) berubah menjadi Sarekat Islam pada kongres SDI di Solo tahun 1906 M. Pada tanggal 10 September 1912 HOS Tjokroaminoto, sebagai pemimpin Sarekat Islam menghadap notaris B.ter Kuile di Solo mengajukan Sarekat Islam berbadan hukum, pada tanggal 14 September 1912 organisasi Sarekat Islam disahkan oleh Pemerintah Belanda.

HOS Tjokroaminoto mengubah yuridiksi SDI lebih luas yang dulunya hanya mencakupi permasalahan ekonomi dan sosial ke arah politik dan agama guna membangkitkan rakyat Indonesia menentang kolonialisme dan implemerialisme.

Tahun 1916, Sarekat Islam berubah menjadi Central Sarekat Islam (CSI). Sarekat Islam sejak berdirinya bercita-cita menyatukan seluruh penduduk di Nusantara sebagai suatu bangsa yang berdaulat dan merdeka.

Pada, 17 Juni 1916, di Gedung Pertemuan Concordia (sekarang gedung Merdeka) dalam kongres pertama CSI yang dihadiri 800.0000 anggota dari 180 cabang/lokal seluruh Nusantara, HOS Tjokroaminoto dengan Zelfbestuur menuntut kemerdekaan dan pemerintahan sendiri, supaya Hindia lekas dapat pemerintahan sendiri.

Dalam perkembangan selanjutnya CSI berubah menjadi Partai Sarekat Islam (PSI) tahun 1920, Partai Sarekat Islam Hindia Timur (PSIHT) tahun 1923, Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII), dalam MajlisTahkim Luar biasa 1972 menjadi Syarikat Islam (PSII), hingga akhirnya MajlisTahkim Luar Biasa di Garut tahun 2003 berubah nama menjadi Syarikat Islam Indonesia (disingkat SI Indonesia) sampai dengan sekarang.

Selamat Milad SI Indonesia, semoga semangat awal tahun 1905 masih kuat tertancap untuk melawan hegemoni para pemodal dan para rent seekernya.

Red/Departemen Kominfo PB Pemuda muslimin Indonesia




Share:

PILIHAN REDAKSI

Pemuda Muslimin Indonesia Sikapi Insiden Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

JAKARTA, PemudaMusliminNews - Insiden pembakaran terhadap bendera Tauhid dengan tulisan "Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah&quo...

Kabar Viral

Kantor redaksi

Redaksi Pemuda Muslim News | Jl. Tanjung Duren Barat 3 No. 1B, RT 06 / RW 05, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat 11470 | Phone: +62 21 56943151 | Faks: +62 21 56943154 | eMail: pemudamuslimin@gmail.com | Portal: http://pemudamuslimin-news.com