PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA

memperkokoh keislaman dan keindonesiaan menuju peradaban mulia

Minggu, 07 Februari 2021

SEPMI Sukabumi Gelar Upgrading Pengurus Dan DPAC Se Kabupaten Sukabumi


Sukabumi, PemudaMusliminNews -
Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (DPC SEPMI) Menggelar kegiatan upgrading bagi Pengurus dan DPAC SEPMI yang bekerjasama dengan pergerakan Pemuda Syarikat Islam Indonesia (PSII). Kegiatan ini di lakasanakan di aula kantor DPC SI Indonesia Kabupaten Sukabumi, Ahad, 7/2/2021.


Dalam sambutan Ketua Pergerakan Pemuda Syarikat Islam Indonesia, Shamtoto mengatakan kegiatan upgrading ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kualitas para pimpinan di SEPMI agar dapat lebih baik dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program-program yang akan dilaksanakan.

"Melalui upgrading ini, kita berharap dapat meningkatkan wawasan para pengurus agar dapat menjalakan organisasi menjadi lebih baik lagi" tutur Shamtoto.

Dalam kegiatan ini, Ketua Cabang SI Indonesia,  Abdullah Aidid mengatakan kaderisasi organisasi harus terus dilaksanakan secara berjenjang serta berkelanjutan supaya nanti SEPMI benar-benar dapat melanjutkan estafeta perjuangan Syarikat Islam Indonesia yang sudah siap dengan segala kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pada pelaksanaan upgrading ini selain dihadiri oleh pengurus SI Indonesia dan para kader pergerakan Syarikat Islam Indonesia, juga dihadiri oleh pengurus DPD KNPI Kabupaten Sukabumi.

Ketua DPD KNPI Sukabumi saat diminta menyampaikan arahan mengatakan pemerintah telah menetapkan Perda Kepemudaan di Kabupaten Sukabumi,  dirinya berharap dengan adanya payung hukum seperti Perda dapat menjadikan Sukabumi Kabupaten yang ramah pemuda.

"Karena kegiatan ini dalam suasana covid 19 mari kita menaati protokol kesehatan, melalui kegiatan ini kami sosialisasikan Perda Kepemudaan, kita berharap payung hukum ini dapat menjadikan Kabupaten Sukabumi ramah pemuda" kata Regi Afriansyah yang juga menyampaikan apresiasi pada kegiatan Upgrading SEPMI.

Upgrading ini dilaksanakan sebelum pembukaan Konferensi Cabang SEMMI Kabupaten Sukabumi. Dalam acara ini dihadiri oleh para Tokoh SI Indonesia, Para Kader Pemuda Muslimin Indonesia, SEMMI, SEPMI, DPD KNPI serta tamu undangan lain. (Agus/Rustam)

Share:

Jumat, 05 Februari 2021

Tanamkan Trilogi Gerakan, Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Takalar Gelar Marhalah Ula


Takalar, PemudaMusliminNews -
Dalam rangka menanamkan trilogi gerakan, Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar kembali menggelar marhalah ula di Gedung Baznas Kabupaten Takalar,  5/2/2021. Dalam marhalah ula ini mengusung tema "Mengejewantahkan Trilogi Pemuda Muslim

Dengan Intelektualitas dan Spiritual".

Muhammad Asmin,  selaku Ketua Panitia mengatakan pelaksanaan kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dan bertujuan untuk menanamkan intelektualitas dan spiritualitas pada peserta.

"Kegiatan ini berlangsung hingga hari ahad. Saya berharap peserta yang terpilih ini mampu bertahan hingga hari akhir" tutur Asmin usai pembukaan.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar,  Syaharuddin, S.Pd.I.,M.Pd mengatakan subtansi marhalah ula mengacu pada tema yang diusung panitia.

"Trilogi gerakan pemuda muslim merupakan sandaran perjuangan kader untuk meraih kemerdekaan sejati. Dalam proses perkaderan inilah mulai dari Marhalah Ula hingga Marhalah A'la kita injeksikan sebersih-bersihnya tauhid, setinggi-tingginya ilmu dan sepandai-pandainya siyasah" pungkas Syaharuddin.

Marhala Ula merupakan jenjang dasar atau latihan kader pertama perkaderan organisasi kepemudaan yang lahir sebulan setelah deklarasi sumpah pemuda ini. (Rustam)


Share:

Jumat, 29 Januari 2021

Atasi Corona RI Urutan 85 dari 98 Negara

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Sebuah analisis terbaru terkait penanganan pandemi Corona oleh sejumlah negara telah dirilis. Dari 98 negara, Selandia Baru duduk di peringkat pertama dalam keberhasilan penanganan Corona. Adapun Republik Indonesia berada di urutan ke-85.

Dilansir dari ABC Australia, Jumat (29/1/2021) lembaga think thank Australia, Lowy Institute, telah mengumpulkan banyak data untuk menghasilkan informasi interaktif baru yang menilai penanganan terhadap virus Corona di hampir 100 negara.

Para peneliti melacak angka kasus COVID-19 di setiap negara, serta kematian yang terkonfirmasi dan tingkat pengujian., 

Sebuah analisis terbaru terkait penanganan pandemi Corona oleh sejumlah negara telah dirilis. Dari 98 negara, Selandia Baru duduk di peringkat pertama dalam keberhasilan penanganan Corona. Adapun Indonesia berada di urutan ke-85.

Dilansir dari ABC Australia, Jumat (29/1/2021) lembaga think thank Australia, Lowy Institute, telah mengumpulkan banyak data untuk menghasilkan informasi interaktif baru yang menilai penanganan terhadap virus Corona di hampir 100 negara.

Para peneliti melacak angka kasus COVID-19 di setiap negara, serta kematian yang terkonfirmasi dan tingkat pengujian.

PemudaMuslimin-News | Kamis, 29/01/2021 18:00 WIB

Dilansir dari ABC Australia


Share:

PB Pemuda Muslimin Desak Polri Segera Tangkap Permadi Arya Terkait Rasisme Natalius

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Bendahara Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia Tirta. A Kusuma mendesak aparat kepolisian segera menangkap pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda terkait kasus dugaan rasisme terhadap mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai.

Menurutnya, polisi harus segera menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) karena perkataan Permadi dinilai mengandung unsur ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Polisi harus segera menyikapi kasus rasisme maupun agama yang dilakukan oleh Abu Janda, karena ini jelas-jelas hate speech berbau SARA, jadi polisi harus tangkap," ujar Tirta kepada Pemudamuslimin-NEWS.com, Jumat (29/1).

Dia meminta polisi tidak membiarkan kasus dugaan rasisme yang dilakukan Permadi Arya berlarut-larut. Pasalnya, menurutnya, pernyataan Permadi berpotensi melahirkan konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.

Tirta menambahkan, tindakan tegas polisi terhadap Permadi juga dibutuhkan untuk memberikan efek jera, selain membuat masyarakat takut melakukan tindak rasisme di kemudian hari.

"Diharapkan penindakan oleh polisi atas Abu Janda dan pihak-pihak lain sebelumnya memberikan efek jera, jadi orang enggak sembarangan lagi menghina orang lain berdasarkan rasisme maupun agama," tutur Tirta.

"Ini sangat bahaya buat Persatuan dan Kesatuan NKRI," imbuhnya.

Sebelumnya, KNPI melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Polri terkait dugaan perkataan bernuansa rasisme kepada Pigai. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

PB Pemuda Muslimin Indonesia mendorong Polri memproses kasus tersebut sesuai dengan aturan yang ada. Bendahara Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia itu berharap jangan sampai citra Abu Janda sebagai elemen pendukung pemerintah membuat polisi tidak memproses pelaporan itu. Tirta sempat mengingatkan ucapan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Gedung Parlemen DPR RI.

"Tidak boleh kemudian karena seseorang itu kebetulan elemen pendukung pemerintahan saat ini kemudian tidak diproses. Sudah saatnya hukum kita ditegakkan kepada siapa pun seperti komitmen Kapolri saat fit and proper test," ujarnya.

Menurut Tirta, salah satu komitmen Jenderal Listyo Sigit adalah menegakkan hukum tanpa pandang bulu. "Komitmen Kapolri kan begitu, tanpa pandang bulu atau pilih bulu. Termasuk tidak boleh tajam ke kanan, tumpul ke kiri," katanya.

Lebih lanjut, Tirta sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut kepada aparat kepolisian. Ia juga menegaskan sudah ada aturan yang membuat Polri bekerja secara adil.

"Tugas Polri-lah untuk menganalisis laporan tersebut dan melakukan penyelidikan. Dalam melakukan pekerjaan ini Polri juga dilengkapi dengan sejumlah aturan untuk memastikan agar kerjanya tidak sewenang-wenangan dan tidak adil," tutupnya.

PemudaMuslimin-News | Kamis, 29/01/2021 12:30 WIB

Share:

WHO: Tahun Ini Pandemi Virus Corona akan Lebih Buruk

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Kepala keadaan darurat Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), memperingatkan tahun ini tahun kedua pandemi virus corona kemungkinan lebih buruk, setidaknya dalam beberapa bulan pertama.

Selama diskusi daring dengan beberapa pejabat WHO lainnya, Mike Ryan menyampaikan hal itu mengingat dinamika transmisi dan masalah lain yang diamati hingga kini. Ia berpandangan 2021 akan lebih sulit, terutama di bumi belahan utara.

Dua varian virus yang diidentifikasi di Inggris dan Afrika Selatan terbukti lebih mudah menular, jika tidak lebih berbahaya dan menimbulkan kekhawatiran di negara-negara Eropa.

Ryan menegaskan penting untuk belajar dari hal-hal yang berhasil dan tidak berhasil di setiap negara untuk memerangi virus itu dari berbagai aspek - sains, komunikasi publik, pemerintahan, dan menemukan kombinasi terbaik dari semua pembelajaran tersebut.

Ryan menyampaikan pada akhir tahun lalu, selama masa liburan terjadi penurunan yang tidak akurat dalam pelaporan terkait infeksi sehingga memberi kesan dapat tenang dalam pandemi. Ia menyatakan dalam seminggu terakhir itu, kasus meningkat lagi, dengan tambahan 5 juta infeksi Covid-19 di seluruh dunia dan 85.000 kematian.

Ryan menyatakan kecuali Asia Tenggara, semua wilayah di dunia menunjukkan lonjakan infeksi selama seminggu terakhir. Amerika Serikat memimpin lonjakan kasus Covid-19 dengan menyumbang setengah dari jumlah kasus secara global dan 45 persen dari seluruh kematian akibat virus corona. Eropa masih menyumbang sepertiga infeksi baru, tapi menunjukkan penurunan sebesar 10 persen dari minggu sebelumnya.

Sementara itu di Negara Indonesia terjadi lonjakan signifikan kasus Positiv Covid-19 selama empat bulan terakhir, data yang didapat dari BNPB pada 8 September 2020 sebanyak 200.035 terkonfirmasi Positiv Corona, sementara data update BNPB pada 28 Januari 2021 sebanyak 1.037.993 terkonfirmasi positif Corona. Lebih dari 800.000 dalam empat bulan terakhir selama September 2020 sampai engan bulan Januari 2021 Indonesia terkonfirmasi Positiv Corona.  

 Pakar teknis WHO Maria Van Kerkhove juga mengharapkan lonjakan infeksi setelah periode liburan itu memperburuk situasi di beberapa negara sebelum menjadi lebih baik. Maria menyatakan sejumlah negara telah berupaya mengendalikan virus dan masyarakat dapat kembali beraktivitas. Ia mendesak negara-negara itu sebisa mungkin melakukan segala upaya untuk mempertahankan situasi tersebut.


Share:

Kamis, 28 Januari 2021

Hari Ini Demokrasi Kita Dibajak



Jakarta, pemudamuslimin-news.com —
Prinsip dasar atau inti dalam demokrasi adalah kebebasan. Freedom of speech, freedom of want dan freedom of religion. Karenanya perbedaan mendasar negara demokrasi dengan bukan adalah bagaimana negara merespon atas perbedaan.

Banyak negara mengumandangkan sebagai negara demokrasi. Negara yang menghormati perbedaan. Namun, praktiknya justru malah menjegal, mengekang dan membajak demokrasi melalui akses kekuasaan.

Fenomena ini ditandai dengan praktik pembungkaman terhadap kebebasan, memanfaatkan kekuasaan untuk membungkam kebebasan berekspresi, berkumpul atau menghantam pluralisme melalui pluralisme.

Menanggapi hal tersebut, Evick Budianto, SE, Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Pemilu Pemuda Muslimin Indonesia (LP3MI) , mengatakan bahwa bangsa Indonesia tentu saja tidak ingin terjebak dalam fenomena terjebaknya demokrasi.

“Fenomena dimana demokrasi dibajak untuk membungkam perbedaan, atau fenomena menghantam pluralisme atas nama pluralisme,. Tentu saja bangsa kita tidak ingin terjebak dalam fenomena terbajaknya demokrasi”. Kata Evick Budianto saat dihubungi redaksi Pemudamuslimin-news.com (28/01/2021).

Untuk itu, Evick Budianto menekankan pentingnya menjaga demokrasi di Indonesia. “sikap-sikap yang dapat menjerumuskan bangsa dan pemerintahan kita kepada pembungkaman kebebasan berkespresi harus diredam. Sebab kita sudah terlanjur sepakat untuk berdemokrasi”. Tambah, Evick.

Evick mengingatkan bahwa kebebasan di Indonesia dilindungi konstitusi, karenanya sikap-sikap pembungkaman kebebasan berekspresi haruslah diredam di dalam negara demokrasi.

“Jelas sekali bahwa konstitusi kita menghargai kebebasan berserikat, berkumpul dalam rangka menyampaikan secara bebas pandangan dan sikap baik lisan maupun tulisan”. tegasnya.

Spirit Kebebasan

Dalam konteks kebebasan berbicara, Evick mengutip pernyataan Voltaire seorang filsuf perancis.

“Ada sebuah prinsip menarik, yang konon disampaikan oleh Voltaire seorang filsuf perancis yang hidup dalam abad pencerahan mengatakan bahwa “Aku benci dengan apa yang kamu tuliskan (katakan), tapi saya akan mempertaruhkan hidupku agar kamu dapat menuliskannya” (je déteste ce que vous écrivez, mais je donnerai ma vie pour que vous puissiez continuer à écrire)”. Kutip Evick.

Menurut Evick, Spirit pernyataan tersebut sangat menggugah. Merefleksikan sebuah semangat dasar demokrasi yang mendalam. Sebuah semangat yang sangat bernilai tinggi mengenai penghormatan atas kebebasan berbicara.

“Namun, jelas pelajaran adiluhung itu dalam praktiknya tidak mudah untuk dilakukan. Sepintas memanglah mudah, namun tidak sedikit mereka yang mengaku mencintai kebebasan dan menghargai perbedaan justru berupaya menutup-nutupi atau bahkan menghalanginya”. Jelas Evick.

Evick menambahkan bahwa pembeda mendasar sebuah rezim demokrasi dengan rezim bukan demokrasi adalah seberapa besar rezim dapat merespon perbedaan pandangan sebagai sesuatu hal yang lumrah.

“Pembeda mendasar sebuah rezim demokrasi dengan rezim bukan demokrasi adalah seberapa besar rezim dapat merespon perbedaan pandangan sebagai sesuatu hal yang lumrah”. ungkapnya.

Sikap ini didasari pada sebuah keyakinan bahwa inti demokrasi adalah penghormatan terhadap kebebasan berbicara (freedom of speech), kebebasan untuk mengupayakan kehidupan (freedom of want) dan kebebasan menjelankan keyakinan (freedom of religion). Tutup Evick.

Share:

Akibat Korupsi Bansos APBN Terseok dan Membengkak

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Anggaran untuk menangani dampak Corona membengkak.Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) naik menjadi Rp 553 triliun. Angka tersebut juga bukan akhir. Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi, anggaran PEN masih ada kemungkinan naik lagi. Duh, Corona berat di ongkos. 

Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021, anggaran PEN awalnya dipatok Rp 403,9 triliun. Anggaran itu disebar untuk berbagai program seperti kesehatan, perlindungan sosial, stimulus ekonomi, insentif usaha, dan perlindungan UMKM. Namun, jumlah tersebut ternyata masih kurang. Pemerintah pun menambah lagi anggaran untuk pemulihan ekonomi sekitar Rp 150 triliun atau sekitar 36,9 persen, sehingga totalnya menjadi Rp 553 triliun.  

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, keputusan menaikkan anggaran PEN diambil dalam Rapat Kabinet Paripurna, Selasa lalu. Anggaran PEN ditingkatkan lantaran dianggap cukup efektif mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi. Dengan dana tersebut, ia berharap, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen tahun ini bisa tercapai. 

Untuk alokasinya, tak banyak berubah. Pertama, untuk sektor kesehatan sebesar Rp 104,7 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk operasional vaksinasi, insentif tenaga kesehatan, hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan. Kedua, perlindungan sosial sebesar Rp 150,96 triliun. Anggaran ini akan disalurkan untuk berbagai program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 10 juta kepala keluarga, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). 

Ketiga, program prioritas sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sebesar Rp 141,36 triliun. Dana ini akan dibagi untuk dukungan pariwisata, food estate, pinjaman ke daerah, dan program prioritas lainnya. Keempat, dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pembiayaan korporasi Rp 156,06 triliun. "Anggaran PEN 2021 ini masih bisa meningkat lagi sejalan dengan dinamika ekonomi ke depan," kata Airlangga, dalam webinar yang diadakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), kemarin Sri Mulyani menyampaikan hal serupa. Kata dia, anggaran PEN 2021 jumlahnya tidak jauh berbeda dengan 2020. Ia pun memprediksi, anggaran PEN yang telah ditetapkan itu masih akan bertambah, karena belum mencakup alokasi untuk insentif pajak bagi dunia usaha. 

Dia menerangkan, beberapa kebijakan pemberian insentif pajak akan tetap dilanjutkan. Saat ini, aturan tentang pemberian insentif itu sedang digodok. “Kemungkinan program PEN bisa lebih tinggi dari Rp 553 triliun apabila insentif usaha dalam bidang perpajakan kami laporkan,” kata Sri Mulyani, dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, kemarin. 

Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati tak masalah dengan tingginya anggaran PEN. Hanya saja, dia melihat, masih ada masalah saat eksekusi. Contohnya, realisasi anggaran PEN tahun lalu tidak mencapai target. Sampai akhir Desember 2020, realisasinya Rp 579 triliun atau 83 persen dari total pagu sebesar Rp 695,2 triliun. 

"Tidak tercapainya target tersebut berdampak pada tidak optimalnya program PEN dalam meredam dampak resesi dan dampak buruk peningkatan pengangguran dan kemiskinan," kata Anis, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy menilai, wajar pemerintah menaikkan anggaran PEN. Soalnya, penanganan Covid-19 memang membutuhkan dana besar. Hanya saja, ia berharap anggaran yang tinggi ini harus dibarengi dengan realisasi yang cepat dan tepat sasaran. "Jangan sampai penanganan kasus Covid-19 berlarut-larut seperti tahun lalu," pesan Yusuf.

Apakah tingginya anggaran PEN mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi? Ekonom Indef Bhima Yudhistira memprediksi, pemulihan ekonomi masih akan berjalan lambat. Soalnya, kasus positif Covid-19 masih tinggi. Kalau kasus Covid-19 masih tinggi, aktivitas perekonomian tetap akan terhambat. 

Merujuk data Satgas Covid-19, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah melampaui angka 1 juta. Tingginya kasus positif ini akan memunculkan rasa takut masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa. Akibatnya, konsumsi rumah tangga, yang menjadi tulang punggung struktur perekonomian Indonesia, mengalami penurunan. "Perbaikan situasi ekonomi hanya dapat terakselerasi ketika penanganan kasus harian Covid-19 berjalan lebih optimal diiringi dengan stimulus pemerintah yang masif," kata Bhima, kemarin. 

PemudaMuslimin-News | Kamis, 28/01/2021 20:00 WIB

Share:

Rabu, 27 Januari 2021

Pemuda Muslimin Indonesia: Desak KPK RI segera Periksa Puan & Tangkap Herman Herry

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Massa dari Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) dan Forum Mahasiswa Nusantara (Formasa) menggelar aksi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Aksi mereka untuk mendesak KPK untuk menangkap dua petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos) sembako untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Terlihat juga mereka membawa atribut aksi, seperti poster dan spanduk. Pada poster yang dibawa, terlihat gambar politisi PDIP, Herman Herry dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Di bawah gambar kedua wajah politisi PDIP itu juga ada sebuah tulisan, yaitu “Periksa Madam Puan Maharani” dan KPK Kapan Tangkap Herman Herry???”.

Wakil Sekjen Pemuda Muslim, Muhammad Khairul mengatakan, pihaknya mengutuk perilaku biadab korupsi bansos tersebut. Ia juga meminta KPK segera memproses kedua politikus PDIP itu.

“KPK harus segera periksa Puan Maharani dan Tangkap Herman Herry, kedua telah disebut oleh salah satu media kredibel diduga terlibat korupsi bansos,” kata Khairul di depan KPK.

“Kami meminta para pelaku korupsi bansos dihukum mati, karena nurani koruptor tersebut juga telah mati dibunuh oleh hawa nafsu memperkaya diri dengan cara jahat merampok hak rakyat miskin di tengah rakyat yang sedang menghadapi kesulitan hidup dan musibah bencana bertubi-tubi di negeri ini,” tambah Khairul.

KPK, lanjut Khairul, harus bernyali tinggi punya keberanian dan niat suci demi kemanusiaan utk menuntaskan kasus itu.

“Puan Maharani telah beberapa kali tersandung dugaan kasus korupsi, namun tidak lanjut di antranya disebut dalam  persidangan Kasus e-KTP Setnov, diduga telah menerima 500 ribu dollar,” tukas Khairul.

Share:

Selasa, 26 Januari 2021

Pemuda Muslimin: 363 Ulama Wafat dalam Kurun Waktu Februari 2020-Januari 2021

 

Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Ketua Departemen Pendidikan dan Dakwah PB Pemuda Muslimin Indonesia (PEMUDA MUSLIM) mencatat ratusan ulama meninggal dunia selama pandemi COVID-19. Data itu dihimpun hingga pekan ketiga Januari 2021.

"Februari 2020-Januari 2021 minggu ketiga ada 363 ulama yang meninggal," kata Ketua Departemen Pendidikan dan Dakwah PB Pemuda Muslimin Indonesia (PEMUDA MUSLIM), Habib Fathan Ibrahim, lewat pesan singkat, Selasa, 26/Januari/2021.

Namun Habib Fathan tidak bisa menyimpulkan apakah semua kiai itu meninggal karena COVID-19 atau tidak. Yang jelas, kata Habib, jumlah ulama yang meninggal dunia pada 2020 jauh lebih banyak dari 2019.

"Saya tidak berani mengklaim demikian. Tapi kalau dibandingkan dengan Februari-Desember 2019 ulama kita yang wafat kurang dari 45 orang," ujar Habib.

Wafatnya para ulama dijadikan indikasi bahwa pertanda Kiamat semakin dekat. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan." (HR Al-Bukhari)

Ketika ulama yang haq banyak wafat, ini pertanda Allah mencabut berkah ilmu. Tersisalah ulama simbolik yang tidak faqih. Ketika dimintai fatwa mereka berfatwa atas hawa nafsu.

"Satu orang pejabat meninggal dunia, selang beberapa hari sudah ada penggantinya. Tapi, satu orang ulama wafat, beberapa puluh tahun belum tentu ada penggantinya," kata Habib Fathan yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Istirhami, Cianjur. 

Al-Qur'an juga menegaskan bahwa: "Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Al-Mujadilah Ayat 11)

Selain wafatnya ulama, banyaknya peristiwa gempa bumi, musibah, dan bencana alam termasuk tanda-tanda Kiamat. Saat ini kita dapat saksikan sendiri banyaknya bencana terjadi seperti gempa, banjir, tanah longsor, gunung meletus, bahkan kekeringan. Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah dalam satu hadisnya: "Tidak akan tiba hari kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi". (HR Al-Bukhari)

Habib Fathan Ibraahim mengatakan, banyaknya musibah banjir dan bahkan daerah yang tidak pernah terkena banjir pun mengalami banjir. Apa sebabnya? Sebabnya adalah karena Masjid, majelis taklim, majelis zikir dan shalawat banyak yang tutup.

Hendaknya apa yang kita lihat hari ini dapat kita jadikan iktibar bahwa apa yang disampaikan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم sejak 14 abad lalu benar-benar terjadi-saat ini-. Karena itu, sebelumnya datangnya kematian mari kita kuatkan akidah, perbanyak amal saleh dan tingkatkan keimanan.
Wallahu A'lam...


Share:

Selasa, 19 Januari 2021

Relawan Pemuda Muslim Peduli Tangani Langsung Korban Gempa di Sulbar

Mamuju, pemudamuslimin-news.com —  Relawan Pemuda Muslimin Peduli mengirimkan relawan medis dan relawan tanggap bencana dari Palu, Makassar, Manado dan Majene untuk membantu proses evakuasi korban bencana gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (17/1).

Selain tim penyelamatan di lokasi terdampak, Pemuda Muslimin juga akan berfokus pada pelayanan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya bagi korban di pengungsian. Pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian Tim Relawan Pemuda Muslimin Peduli dengan turut menerjunkan relawan medis.  

"Selain tim tanggap bencana yang dikirimkan, Pemuda Muslimin Peduli juga menerjunkan tim medis yang terdiri dari relawan kesehatan, apoteker, dan relawan perawatan. Karena kita ketahui bersama, selain evakuasi dan pengobatan korban, bencana seperti ini juga akan berpengaruh terhadap kesehatan lanjutan dan trauma bagi para pengungsi pasca gempa bumi," kata Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Sul-Bar , Ustadz Surahmat dalam keterangannya, Minggu (17/1). 

Surahmat menambahkan, hingga kini Pemuda Muslimin terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD setempat, dan seluruh stakeholder terkait untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para korban. Selain itu, Pemuda Muslimin juga akan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat terdampak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan selama pandemi.

"Pemuda Muslimin akan terus mendampingi para korban terdampak, dalam proses evakuasi hingga pemulihan bencana. Kami berharap korban gempa bumi di Sulawesi Barat diberi kekuatan untuk bisa bangkit dari musibah ini," kata Surahmat.


Share:

Senin, 18 Januari 2021

Bencana Alam di Awal 2021 dari Longsor Sumedang hingga Gempa Mamuju

 


Jakarta, pemudamuslimin-news.com — Tahun 2021 diawali dengan berbagai musibah dan peristiwa duka di tengah wabah Covid-19 yang terus mendera Ibu Pertiwi. Kabar duka muncul lantaran terjadinya sejumlah bencana alam yang merenggut korban jiwa di sejumlah wilayah di Indonesia. Sejumlah bencana alam tersebut juga terjadi di tengah peristiwa duka jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021). Bencana alam pertama yang terjadi di awal 2021 ialah longsor di Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu (9/1/2021). Kemudian berlanjut pada terjadinya sejumlah bencana alam di beberapa daerah lainnaya mulai dari banjir, gempa bumi, hingga gunung meletus.

 1. Longsor di Sumedang, Jawa Barat Bencana longsor di Sumedang terjadi pada 9 Januari tepatnya di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung. Longsor terjadi dua kali yakni pada pukul 16.00 WIB dan pukul 19.00 WIB. Dari data sementara terdapat 1.020 orang yang mengungsi akibat bencana tersebut. Hingga kini, korban tewas yang berhasil ditemukan berjumlah 36 orang. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, proses pencarian korban longsor tersebut terkendala cuaca hujan. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan agar waspada terhadap longsor susulan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan masih ada retakan di beberapa titik lokasi longsor. "Sehinggga tim gabungan perlu menjaga keselamatan saat melakukan evakuasi," kata dia.
 
2. Banjir di Kalimantan Selatan Hujan lebat disertai kilat dan angin kencang pada 12-14 Januari mengakibatkan banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satu wilayah yang terdampak parah akibat bencana banjir ini adalah Kabupateng Balangan, yang terletak di bagian utara Kalimantan Selatan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi BNPB pada Sabtu (16/1/2021) pukul 02.00 WIB tercatat ada 3.571 rumah di Balangan yang terendam banjir. Banjir di Balangan disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan meluapnya sungai Balangan dan Sungai Pitap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan menyebut, saat ini banjir masih belum surut, dengan tinggi muka air terpantau sekitar 50-150 sentimeter. Baca juga: BNPB Salurkan Dana Siap Pakai Rp 3,5 Miliar untuk Banjir Kalsel Sementara itu, BPBD Balangan melaporkan, tercatat ada 39.549 orang yang terdampak banjir dan saat ini sedang mengungsi. Adapun korban meninggal dunia akibat banjir Kalsel mencapai 15 orang.

3. Gempa di Sulawesi Barat Gempa di Sulawesi Barat terjadi pada Kamis (14/1/2021). Gempa pembuka dengan magnitudo 5,9 terjadi di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Kemudian disusul gempa kedua yang juga terjadi di Majene dengan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/1/2021) dini hari. BNPB melaporkan, hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB, total korban meninggal akibat gempa Mamuju- Majene sebanyak 81 orang. Raditya dalam keterangan tertulisnya melaporkan, 81 korban itu dengan rincian 70 orang meninggal di Kabupaten Mamuju, dan 11 orang di Kabupaten Majene. Saat ini BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat. Baca juga: Fakta Video Viral Pengungsi Gempa Sulbar Diduga Jarah Bantuan, Polisi: Masih Diselidiki Raditya menambahkan, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

4. Banjir dan longsor di Manado, Sulawesi Selatan Banjir dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara pada Sabtu (16/1/2021) pukul 15.09 WITA. Bencana yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil tersebut menyebabkan 500 jiwa harus mengungsi dan lima orang meninggal dunia. Tinggi muka air yang menggenangi kawasan tersebut mencapai 50 hingga 300 cm. Pusat Pengendali Operasi BNPB melaporkan, kerugian materil akibat bencana ini adalah dua unit rumah yang rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang. Banjir dan longsor di Manado juga mengakibatkan enam kroban tewas. Keenam korban tersebut yaitu San Hasan (30), Meyni Pondaag (62), Fany Poluan (50), Arni Lorens (43), Chelsea (7), serta seorang polisi Aiptu Kifni Kawulur (49). Dari data BNPB pada Minggu pagi, banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara menyebabkan 500 jiwa mengungsi.

5. Erupsi Gunung Semeru Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu (16/1/2021). mengakibatkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo pada pukul 17.40 WIB-21.08 WIB. Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Ini Update Status Gunung Api di Indonesia Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar. Hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin. Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan, guguran awan panas terjadi sampai dengan pukul 18.35 pada Sabtu. "Terjadi Awan panas guguran Gunung Semeru pukul 17:24 s/d 18:35 WIB dengan amplitudo maksimum 22 mm durasi 4.287 detik," kata Kasbani dihubungi secara terpisah. Status Waspada Kasbani menegaskan bahwa Gunung Semeru saat ini masih berada pada status level II atau 'Waspada'. PVMBG saat ini juga sedang melakukan evaluasi lebih lanjut. Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur serta Desa Curah Koboan dan sekitarnya, diimbau agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan. Terutama masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi. Sebabnya, hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin. Belum ada keterangan adanya korban jiwa atas peristiwa tersebut.

Red/Departemen Kominfo PB Pemuda Muslimin Indonesia

Share:

Majelis Syuro XIII

Majelis Syuro XIII

Official Account Media Sosial

Kabar Viral

Bersama Lawan Corona

PILIHAN REDAKSI

Muhtadin Sabili Ditetapkan Jadi Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Lewat Aklamasi

Bogor, PemudaMuslimin-News.Com — Forum tertinggi organisasi Majelis Syuro (Kongres Nasional) Pemuda Muslimin Indonesia  menyepakati dan m...